Minggu, 10 Maret 2013

INVITATION: LIFE IN THE SPIRIT (LITS) school of prophets 2013


LIFE IN THE SPIRIT IN PAPUA
school of prophets
Sekolah kenabian “LIFE IN THE SPIRIT” (LITS)

Sahabat terkasih dalam Kristus Yesus, dengan sukacita kami menghadirkan bagi anda “LIFE IN THE SPIRIT (LITS) school of prophets” (sekolah kenabian “KEHIDUPAN DALAM ROH), bekerja sama dengan Papua Prophetic Call (PPC) dan gereja gereja di Jayapura, kami menghadirkan bagi anda pusat pelatihan apostolik dan profetik di Jayapura.

Kami telah mempersiapkan delapan sesi yang akan diadakan bulan April: tanggal 8-9-10-11-12-13-15-16, pada pukul 18:30 sampai 20:30, dan merupakan jenis pelatihan apostolik dan profetik yang pertama di Papua yang diadakan dengan metode ini.

Akan diadakan sesi pelatihan mingguan dalam topik pengajaran:

• Bagaimana mendengar suara TUHAN

• Pelatihan dalam karunia marifat (kata-kata pengetahuan) untuk memperkuat aliran karunia nubuat

• Menang atas jebakan kejatuhan dalam pelayanan

• Rahasia dalam mengerti makna mimpi dan penglihatan

• Menafsirkan mimpi dan penglihatan

• Pelepasan melalui mimpi

• Bagaimana mempersiapkan murid supaya efektif dalam tim profetik

• Memperlengkapi murid dalam pelayanan mujizat

Setiap sesi mingguan disediakan banyak peluang untuk berpartisipasi dan penerapan.

Semasa pelatihan profetik, para peserta pelatihan bukan hanya memperkembangkan pengertian mendasar mengenai nubuatan (pelayanan kenabian), tapi juga fokus kepada integritas dalam pelayanan dan pembangunan karakter serupa Kristus Yesus.

Dalam setiap sesi, para murid diperluas secara mental dan spiritual sementara juga terus diaktifasi dan dibebaskan untuk mengalir dalam karunia profetik.

Proses mentoring dan pelatihan LITS juga termasuk dalam observasi sewaktu tim murid sedang praktek langsung selama sesi mingguan.

Lokasi training:
Gereja GBI DOCK 4
Jalan GBI DOCK 4, Entrop (belakang hotel Mulia Idaman).

Sesi pengajaran akan diajarkan oleh Pdt. Hendrik F. Wieland beserta istri Josefine. Keduanya dikenal dalam pengajaran yang tajam dan impartasi profetik, sesekali waktu mereka juga akan didampingi oleh pengajar lain yang sangat berkarunia dan diurapi bukan hanya untuk mengajar, tapi juga sebagai mentor dan pelayan profetik. Durasi setiap sesi sekitar 2 jam.

Bagaimana mendaftar dan ikut pelatihan
Pendaftaran kelas dapat dilakukan melalui ibu Ev. Nelly T. Tebay, hp: 0813-44449987 atau perwakilan di gereja lokal anda. Anda juga dapat mendaftar langsung melalui email: lits.sop@gmail.com

Biaya pendaftaran dan pelatihan sebanyak 8 sesi:
Untuk umum Rp. 400.000,-/ orang
Untuk mahasiswa STT di berikan subsidi (dalam proses mencari sponsor)

Pembayaran biaya pendaftaran dan biaya pelatihan harus diserahkan sebelum kelas dimulai dan dapat dikirimkan kepada:
Bank BCA no. Rek: 1640377336 (an. Y.M. Tumbelaka),
atau
Bank Mandiri no. Rek: 1220005517613 (an. Y.M. Tumbelaka)

Visi Kami
Visi kami adalah untuk memperlengkapi pasukan profetik untuk bangkit sebagai para pelayan profetik di gereja lokal dan di tempat kerja mereka, atau yang disebut pelayanan marketplace.

Siapa sajakah yang terpanggil untuk kelas apostolik profetik ini?
Bagi yang mempunyai tanda-tanda dan pengalaman berikut ini dalam panggilan mereka:

• Pelayanan kepada Gereja (kerinduan dan hasrat utama dalam hati anda kepada tubuh Kristus Yesus.)

• Cara pandang yang unik (anda sering tidak cocok dengan orang-orang dan memiliki ide yang radikal – melawan arus kebiasaan yang ada.)

• Mengayunkan pendulum (anda “tidak stabil” dalam arti bahwa anda sering menyeberang dari satu penekanan kepada penekanan berikutnya – satu waktu siap untuk mengubahkan seluruh tubuh Kristus, kemudian waktu siap untuk menyerahkan tubuh Kristus apa adanya.)

• Direndahkan (anda pernah atau akan mengalami direndahkan dan perendahan hati – sering di depan umum.)

• Satu tujuan pasti (walaupun anda berayun seperti pendulum namun kerinduan hati dan panggilan anda tetap konstan.)

• Pewahyuan yang tidak disadari (anda akan bergerak dalam karunia roh tanpa anda sadari pada awalnya.)

• Pemikiran alegoris (bahkan dari semenjak belum dewasa anda kerapkali berpikir dengan cara simbolis atau dengan gambar.)

• Orientasi doa (anda seringkali rindu dan suka cari waktu doa anda selalu cari cara untuk dengar suara TUHAN.)

• Menarik hadirat TUHAN melalui musik (sekalipun anda bisa saja tidak berkarunia musik, namun anda berkapasitas mengalirkan pengurapan melalui musik.)

• Pengalaman berat dalam hidup (seseorang yang mengalami pengalaman hidup berat belum tentu seorang nabi, tapi seorang nabi tentu mengalami pengalaman hidup yang berat.)

Bagi mereka yang rindu ingin mendengar suara TUHAN dan juga mereka yang terpanggil dalam pelayanan profetik (kenabian). Bisa saja gembala; pemimpin; konselor; pendoa syafaat.

Jika anda rindu hubungan lebih intim dengan TUHAN atau sedang mencari pendalaman pelatihan profetik dan juga hubungan profetik yang mengalir, training ini tepat bagi anda!

Jumat, 22 Februari 2013

Stop Kekerasan, Sejarah Harus DIBuka - PHAUL HEGER

Orang yang mengalami rasa takut (terhadap perang lain) karena telah berbohong, biasanya akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan yang pertama. Jadi setiap kebohongan memiliki kecenderungan untuk melahirkan kebohongan baru. Kelihatannya hal serupa juga berlaku dalam tindakan kekerasan. Ketika sekelompok orang memilki kekuasan atas kelompok yang lainya atau suatu bangsa atas bangsa lainya dengan jalan kekerasan(termasuk pembunuhan),tidak mustahil bangsa yang memperoleh kekuasaan melalui kekerasan tersebut akan menjaga kelanggengan kekuasaannya dengan cara memelihara kekerasan sebagai sarana mempertahankan hegemoninya terhadap bangsa yang ia kuasai sehingga bangsa yang dikuasinya kerapkali harus mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan cara mempertahankan diri melalui kekerasan pula. 
Terhadap itu, saya berpikir : 
Papua mengalami hal itu. Saya meyakini,kekerasan yang dilakukan baik oleh individu maupun kelompok (dari bangsa Papua) terhadap kelompok YANG diyakini sebagai musuhnya adalah sebagai usaha mempertahankan eksistensi diri dan bangsanya dari serentetan kekerasan yang pernah ditujukan dan membungkam bahkan terkesan "menghancurkan) individu maupun kelompok dari bangsa Papua pada masa sebelumnya. Jika inilah yang terjadi, maka sudah sepantasnya sejarah Papua dibuka kembali,dilihat secara objektif dengan sikap rendah hati dan menerima kesimpulan yang logis dari ke-objektif-an itu dan memutuskan untuk bertindak secara tepat dan proporsional sesuai kesimpulan itu dan bukanya melakukan manipulasi terhadap fakta sejarah dengan cara menyederhanakan kekerasaan yang terjadi sebagai sebuah konflik biasa yang perlu direkonsiliasi agar dapat menyebut daerah dimana terjadi konflik antara yang menguasai dan dikuasi sebagai ZONA damai! 

Oleh : Agus Mofu

Video Kekerasan yang pernah terjadi dan dilakukan oleh Aparat.

--------------------------PH----------------------------------- 
Terus kobarkan Semangat Perlawanan sampai Kebebasan Sejati Tercapai.

Sumber : http://phaul-heger.blogspot.com/2013/02/stop-kekerasan-sejarah-harus-dibuka.html#ixzz2LhjXASON

TPN-OPM BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA

kop-surat
TPN-OPM Tembak 13 Anggota TNI Pada Kamis 21 Februari 2013 di Sinak, dan Dua Anggota TNI di Tingginambut, Puncak Jaya Papua
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), Menembak  mati 13 Anggota TNI dari Koranmil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya, (Kamis 21/2/2013) pukul 10.30 wp kemarin.
Tigabelas anggota TNI yang berhasil ditembak mati oleh TPN di Sinak adalah saat menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio dari Nabire.
Tigabelas TNI yang tewas  diantaranya: Sertu Udin, Sertu Frans, Sertu Romadhon, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojon, Praka Wempi dan enam lainnya belum diketahui identitas.
timthumb.phpBeberapa Surat kabar maupun Tv dikabarkan bahwa TPN-OPM tembak 8 anggota TNI di Puncak Jaya adalah penipuan. Hal dikatakan oleh salah satu anggota TPN saat melaporkan peristiwa tersebut kepada admin WPNLA, dari dataran tinggi setelah ia mendapatkan signal jaringan telkomsel, melalui telepon selulernya. Bahwa “kami tembak anggota TNI di Sinak 13  orang dan di Tingginambut 2 anggota TNI”.   Ditanya terkait, penembakan di Sinak dan  di Tingginambut atas Komando siapa? “ ya kami tembak TNI di Sinak dan  di Tingginambut atas perintah Panglima Tinggi TPN-OPM Gen. Goliath Tabuni” kata anggota TPN yang namanya tidak mau dipublikasi itu.
Dua anggota TNI yang dibakarkan ditembak oleh TPN-OPM  di distrik Tingginambut Kampung Guragi, Kabupaten Punjak Jaya pada (Kamis 22/2/2013), pukul 09.00 wp adalah Satgas TNI atas nama Pratu Wahyu Bowo tewas dengan luka tembak di bagian dada dan leher. Satunya, korban luka-luka Danpos Satgas atas nama Lettu Inf Reza yang tertembak di lengan bagian kiri.
Informasi terkait juga dilaporkan oleh salah satu warga di Mulia kota Kabupaten Puncak Jaya. Ditanya, bagaimana proses evakuasi mayat anggota TNI? “Korban dari Tingginambut sedang dirawat RS di Mulia. Korban luka para masih koma, pasti akan meninggal. Pagi ini 13 kantong mayat dikirim dari Sinak ke Mulia  untuk dievakuasi ke Jayapura, ujarnya.
Tambahan dari sumber yang diwawancarai Admin WPNLA via telpon seluler. mengatakan bahwa situasi sementara di Mulia “ saat inipun kami tidak aman di kota disini kami takut, lebih para lagi masyarakat di Tingginambut dan Sinak mereka semua mengungsi ke hutan. Karena, TNI, Brimob sedang kejar TPN-OPM, jadi semua masyarakat takut lari ke hutan”, kata seorang warga di Mulia.
Selanjutnya, Salah satu anggota TPN yang melaporkan peristiwa kepada Admin WPNLA mengatakan bahwa, “Komandan Murib bilang kalau anggota TNI dan BRIMOB berusaha kejar kami, berarti kami siap tembak dan pasukan TPN-OPM tidak akan mundur, TPN akan bertahan terus dan lawan TNI/POLRI”, pungkasnya.
Kata sumber, “Komandan Murib” artinya yang mengatakan “Komandan Operasi Lekagak Gemanus Telenggen.  Tambah sumber lagi, “pagi ini kami tembak pilot helicopter dari gunung”.  Helicopter yang kami tembak adalah milik TNI, saat melakukan evakuasi korban tersebut.
Namun karena, TPN-OPM tembak Pilot Helikopter, sehingga tidak jadi evakuasi melalui udarah menggunakan helicopter, maka helicopter tersebut kembali ke Mulia.
Penembakan 15 Anggota TNI kali ini merupakan, Sikap Panglima Tinggi TPN-OPM Gen.Goliath Tabuni, bahwa berdasarkan dirinya dilantik menjadi Panglima Tinggi TPN-OPM pada 11 Desember 2012 di Tingginambut.
Dalam pidatonya “ saya diangkat sebagai panglima tinggi TPN-OPM sesuai hasil Konferensi Tingkat Tinggi TPN-OPM di Biak pada 1-5 Mei 2012, dan siap memimpin TPN-OPM  serta siap melaksanakan Revolusi Tahapan ataupun  Revolusi Total guna memperoleh Hak Politik Menentukan Nasib Sendiri (Self Determination) bagi Bangsa dan Rakyat Papua Barat.
Sesuai Resolusi KTT TPN-OPM di Biak, saya sebagai Panglima Tinggi TPN-OPM siap bertanggungjawab dan Siap lakukan revolusi tahapan dan akan dilanjutkan dengan Revolusi total, sambil mengatur dan membenahi structural TPN-OPM sesuai standar Internasional.
Notes:
TPN-OPM anggap bahwa semua orang Indonesia yang telah dan sedang cari makan dan mencuri kekayaan orang asli Papua adalah penjajah dan Musuh Rakyat bangsa Papua Barat. Dengan dasar itu, TPN-OPM siap membersihkan secara menyeluruh dari tanah leluhur bangsa Papua.
TPN-OPM juga memperingatkan kepada orang Melayu Indonesia yang ada di Papua segera gulung Tikat dan pulang kampung, karena TPN-OPM siap melaksanakan Revolusi Tahapan dan Revolusi Total.
Demikian pernyataan TPN-OPM atas insiden penembakan terhadap anggota TNI/POLRI oleh TPN-OPM dibawah Comando Gen. Goliath Naman Tabuni. Terima kasih atas perhatian Anda.
Related Links:
8 Prajurit TNI Ditembak Mati OPM
http://www.bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/1808-8-prajurit-tni-ditembak-mati-opm
 Helikopter Evakuasi TNI Ditembaki di Sinak, Satu Anggota Terluka
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/22/6/133003/Helikopter-Evakuasi-TNI-Ditembaki-di-Sinak-Satu-Anggota-Terluka
 Presiden Minta Tentara Lakukan Pengejaran
http://www.suarapembaruan.com/home/presiden-minta-tentara-lakukan-pengejaran/31229
 SBY Bahas Situasi Papua Siang ini
 http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/02/22/1/132997/SBY-Bahas-Situasi-Papua-Siang-ini
 Admin WPNLA 2013

15 Anggota TNI Tertembak Ditangan Tentara Pembebasan Papua - PHAUL HEGER

15 Anggota TNI Tertembak Ditangan Tentara Pembebasan Papua

TENTARA PEMBEBASAN NASIONAL -ORGANISASI PAPUA MERDEKA BERTANGGUNGJAWAB ATAS PENEMBAKAN TERHADAP 13 ANGGOTA TNI DI SINAK DAN 2 ANGGOTA TNI DI TINGGINAMBUT PUNCAK JAYA PAPUA

 Untuk info lebih lanjut silahkan anda baca di situs resminya :

Klik  WPNLA 

Atau di :

KAROBA NEWS 

 --------------------------------------------------------------------

Jika persoalan politik Papua masih dianggap sepele dan urusan internal indonesia maka akan terus ada korban jiwa berjatuhan oleh karena itu maka solusi terbaik adalah segera gelar dan buka ruang untuk PERUNDINGAN ANTAR NEGARA PAPUA DAN DAN NEGARA INDONESIA yang juga didalamnya harus dilibatkan PBB dan Negara-Negara yang punya peran dan andil di dalam masalah Sejarah Pencaplokan Papua.


Sumber : http://phaul-heger.blogspot.com/2013/02/15-anggota-tni-tertembak-ditangan.html#ixzz2LhZtIJD6

Kamis, 24 Januari 2013

Perjalanan Benny Wenda Dalam Februari & Maret 2013 - Taring Papua News

Written By TPN on Rabu, 23 Januari 2013 | 19.22.00

Foto: Benny Wenda/Dok. knpb/@TPN
London, KNPBnews- Pemimpin Papua Merdeka, Benny Wenda akan melakukan perjalanan resmi ke beberapa negara pada bulan Februari dan Maret 2013. Setelah dirinya bebas dari jerat interpol (DPO Internasional), dirinya berjanji akan membawa pesan tentang perjuangan bangsa West Papua ke penjuru dunia.

Benny akan mengunjungi para pemimpin politik, pengacara, aktivis dan pendukung di Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Vanuatu, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini untuk membangun dukungan dan kesadaran kampanye bagi hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat West Papua.Menjelang tur, Benny Wenda berbicara tentang harapannya bahwa diriya lebih lanjut akan meningkatkan suara rakyat West Papua yang menangis untuk pembebasan dan keadilan yang telah diabaikan oleh masyarakat internasional selama 50 tahun terakhir.

Berikut ini, jadwal kunjungannya:

Amerika Serikat/AS  (1 – 7 Februari)
Benny akan membahas situasi di Papua Barat dengan anggota Kongres AS, mengunjungi PBB, dan bertemu organisasi termasuk Diplomat Independen, Avaaz, Saksi dan Human Right Foundation / Oslo Forum Freedom.

Selandia Baru (08-12 Februari)
Perjalanan ke Selandia Baru, Benny akan meluncurkan Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP) dengan Catherine Delahunty MP di gedung parlemen di Wellington pada 12 Februari.

Australia (13-25 Februari)
Di Australia, Benny dan pengacaranya Jennifer Robinson (pendiri Pengacara Internasional untuk Papua Barat) akan menjadi tuan rumah sebuah acara di Parliament House, Canberra pada tanggal 13 Februari, dihadiri oleh para politisi dan anggota persaudaraan hukum. Benny juga akan mengunjungi Melbourne, Sydney dan Perth, serta pertemuan dengan para tetua Aborigin.

Melanesia (Februari 25 – Maret 10)
Setelah bertemu dengan para pemimpin West Papua di pengasingan Vanuatu, Benny akan mengunjungi Kepulauan Solomon. Tur akan menyimpulkan di Papua Nugini, di mana acara Parlemen di ibukota Port Moresby akan melihat kedua Benny dan Jennifer Robinson berbicara kepada anggota parlemen dan juga bertemu dengan tokoh masyarakat.

Download dokumen untuk media disini here
Media /permintaan untuk wawancara di: Email:  roadtofreedom@bennywenda.org
Benny Wenda akan bepergian dengan pengacaranya Jennifer Robinson dan pembuat film independen Dominic Brown.

Silahkan Update perjalanan di:
Web: www.bennywenda.org
Twitter: @BennyWenda
Aksi dan Doa di West Papua

Sementara itu, di West Papua, Parlemen Nasional West Papua (PNWP) menyatakan bahwa akan menyeruhkan KNPB dan rakyat West Papua untuk menyiapkan aksi-aksi sambutan serta seruan doa bagi seluruh rakyat West Papua dalam mendukung perjalanan resmi tuan Benny Wenda.

“Sesuai mandat rakyat West Papua melalui Parlemen-Parlemen daerah (PRD) di seluruh daerah West Papua, perjalanan tuan Benny Wenda merupakan perjalanan resmi, dan rakyat telah memperkuat posisi Benny Wenda sebagai Koordinator diplomat untuk lakukan kunjungan resmi ke negara-negara, karena itu rakyat juga akan menyambut dalam doa dan aksi”, tutur ketua PNWP, Buchtar Tabuni. (wd)


@ Sumber: http://knpbnews.com/blog/archives/1368#.UQBxqhNuXls.facebook
@ Posted by TPN *)

PROPAGANDA MURNI, RAKYAT PAPUA BARAT TETAP BOIKOT

Written By TPN on Rabu, 23 Januari 2013 | 18.16.00

Perjuangan ini menyadarkan Dunia atas nilai kemanusiaan (Ketua Umum KNPB, Victor F. Yeimo).

Benny Wenda akan melakukan perjalanan resmi ke beberapa negara pada bulan Februari dan Maret 2013. Setelah dirinya bebas dari jerat interpol (DPO Internasional), dirinya berjanji akan membawa pesan tentang perjuangan bangsa West Papua ke penjuru dunia.



Rakyat Papua telah mengetahui kebohongan Indonesia dan tentunya tidak ikut dalam Pemilihan Gubernur Papua.

Kebijakan yang diberikan oleh Kolonial ini mengacu pada kesejahteraan. Padahal, Konflik di Papua adalah murni Politik Papua merdeka.

Ini Komentar para Pemerhati konflik Politik Papua:

Dari Pilgub Papua, Menentukan Masa Depan

Oleh: Topilus B. Tebai *)


Foto, tpn: Tanah Papua, Yang Hijau/Dok. tpn/@SD
Pemilihan kandidat gubernur provinsi Papua semakin panas. Masing-masing kandidat memaparkan visi, misi, rencana program kerja, menghambur janji, tak lupa pula: menggelontorkan puluhan juta rupiah (entah dari mana dapatnya) untuk berkampanye.  Artis pusat  juga lokal didatangkan. Uang dihambur. Orang asli Papua dibujuk, dirayu, diming-imingi dengan janji-janji manis, hiburan, pidato yang indah, visi misi yang memihak OAP, semuanya demi satu tujuan: dirinya dengan pasangan terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua 2013-2018.

Yang terpenting dari moment pemilihan gubernur Papua yang menurut jadwal dselenggarakan tanggal 29 Januari itu adalah bahwa peristiwa itu akan menjadi dasar bagi nasib orang Papua ke depan.

Bila orang Papua memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dalam pemaparan programnya telah didengar jelas, akan memekarkan Papua menjadi 6 provinsi, maka orang Papua harus bersiap diri menghadapi perisitwa besar itu. Satu konsekuensi yang pasti adalah, bahwa pemekaran itu akan membuka pintu bagi datangnya migrasi besar besaran para pendatang ke tanah Papua.

Banyak orang menilai, program pemerintah akan adanya pemekaran yang kini juga didengungkan oleh para kandidat adalah cara baru untuk memindahkan para gelandangan, yang tak memunyai tanah, rumah dan tempat tinggal untuk datang mencari makan di tanah Papuayang faktanya telah siap memberi hidup kepada siapa saja. Pemekaran adalah ‘transmigrasi jilid II’ atau lebih tepatnya program transigrasi terselubung. Para sarjana, pengangguran dan yang lainnya seperti melihat surga bila pemekaran 4 provinsi tambahan di Papua itu terwujud.

Ketika itu terjadi, maka populasi Orang Asli Papua yang kini 40% dibanding pendatang yang 60% akan menajdi lebih sedikit. Bisa jadi akan terjadi pertambahan penduduk secara besar-besaran, hingga bukan mustahil, orang Papua 20% berbanding pendatang 80%. Poinnya disini, eksistensi orang Papua di tanah Papua dipertaruhkan dalam pilgub.

Kedua, orang Papua yang tidak siap secara ekonomi, pendidikan, dan cukup bekal keterampilan dan mental wirausaha, silahkan bersiap siap untuk ‘get out’ dari tempat anda tinggal sekarang. Orang asli Papua akan semakin terdesak, masuk ke pinggiran kota. Ia tak akan mampu bertahan di tengah persaingan ekonomi, politik, dan kepentingan di tengah kota-kota di papua yang akan semakin panas, karena banyaknya mereka yang datang mencari hidup.

Kemungkinan besar, eksploitasi atas sumber daya alam akan semikn bertambah, dengan dalih untuk pemasukan bagi APBD untuk masing-masing kabupaten, dan provinsi. Permainan kepentingan dan kong kaling kong antara aparat pemerintahan dan pengusaha akan membuat lingkaran permainan kepentingan yang pada intinya merugikan rakyat akar rumput yang adalah masyarakat pribumi Papua.

Itu hanya gambaran singkat, bagaimana dampak yang  harus kita terima, bila yang menjadi gubernur membuat kebijakan yang keliru, tanpa berpikir panjang.itu semua adalah dampak bila orang Papua ikut pilgub.

Bila mereka tidak terpilih dan yang terpilih adalah  kandidat lain, juga adalah pemilihan yang penuh dengan konsekuensi. Pemimpin baru identik dengan program baru, cara kerja baru, visi dan misi baru, menenggelamkan yang lama, dan tentu semua itu bukan tanpa konsekuensi.

Moment Pilgub juga adalah sebuah momen penentuan masa depan orang Papua, juga karena para tahanan politik Papua Barat, Filep Karma, Buchtar Tabuni, Yusak Pakage, Forkorus Yaboisembut, Selpius Bobii, dan kawan-kawannya telah membuat suatu keputusan, dan mengeluarkan seruan untuk memboikot pilgub maupun pilkada. Pokoknya, setiap kebijakan penjajah (pemerintah) ditolak dengan tegas oleh mereka.

Dalam pernyataan sikap mereka, mereka menyerukan kepada segenap orang Papua untuk tidak memperpanjang sejarah penjajahan kolonial Indonesia terhadap bangsa Papua. Mereka beranggapan, moment Pilgub adalah saat yang tepat untuk menyatukan langkah, menolak semua kebijakan kolonial, dan menuntuk hak dasar bangsa Papua sebagai sebuah bangsa, yakni kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua.

Seruan terakhir inipun penuh konsekuensi. Dimana disana, bila betul orang Papua bersatu dan memboikot Pilgub papua, kemungkinan besar gejolak politik akan menysul. Disana, bila orang Papua konsisten menolak kebijakan produk penjajah, bisa jadi orang Papua akan mendekati garis finish, dimana kemerdekaan orang Papua yang dicita-citakan terwujud. Hanya sebuah gambaran, bila demikian jadinya, orang Papua punya akan mendapatkan sebuah pengulangan kesempatan, dimana bangsa Papua akan dapat mengatur diri mereka sendiri, menata hidup mereka sendiri, sehingga eksistensi mereka terjamin, hidup mereka bebas dari cengkeraman kapitalisme imperialisme global, dan dapat menatap masa depan.

Semua akhirnya kembali pada hari itu, hari dimana Pilgub dilaksanahkan. Bila orang Papua memilih salah satu kandidat dan terpilih, bersiaplah untuk menanti, bakal ada perubahan apa yang akan dibawa sang pemenang itu.

Bila orang Papua secara kosnsiten memboikot Pilgub dan menyatukan hati untuk menolak semua kebijakan produk penjajah, juga orang Papua harus bersiap diri untuk menghadapi dampaknya.

Kuncinya kembali kepada persatuan. Dengan bersatu, orang Papua akan menjadi satu kesatuan kekuatan yang akan sangat sulit untuk dihancurkan. Tentukan pilihan, dan konsisten dengan pilihan itu.  Masa depan ada di moment Pilgub: orang Papua, kaulah yang menetukan nasibmu sendiri.

Pikirlah baik, dan dengan berani tentukan pilihanmu. Akhirnya, bersatuan tanpa batas bagi orang Papua tetaplah yang utama.

*) Penulis adalah mahasiswa Papua, kuliah di Yogyakarta

Foto, tpn: Slogan/DOk. ist/@FB
Foto, tpn: slogan/Dok. ist/@FB

Sabtu, 19 Januari 2013

Di Yahukimo, Massa Golkar-Demokrat Rusuh

Papua - Jumat (18/1) kemarin di Yahukimo dikabarkan massa pendukung pasangan nomor urut 6 Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya (Golkar) saling ejek dengan massa pendukung pasangan Nomor urut 3 Lukas Enembe-Klemen Tinal (Demokrat) yang berbuntut saling bentrok.  Bahkan dikabarkan 2 senjata api Polisi hilang serta 1 Polisi luka-luka.
Juru Bicara Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya keributan saat kampanye berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Lama Dekai Yahukimo. ‘’Saat itu yang berkampanye pasangan Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya yang diusung partai Golkar,’’ujarnya.
Mengenai kronologis kejadian, kata Sumerta Jaya, ribuan massa yang berada dilokasi kampanye mempertanyakan siapa sebenarnya yang akan dicoblos pada pemungutan suara 29 Januari mendatang, nomor urut 3 atau 6. “Masyarakat yang memadati lapangan kampanye kebingungan dan mempertentangkan mana yang sebenarnya di coblos. Pasalnya, sehari sebelumnya ada yang mengatakan boleh coblos nomor 3, dan sekarang coblos boleh coblos nomor 6,’’ucapnya.
Massa terus meminta kejelasan nomor urut berapa sebenarnya harus harus dicoblos. ‘’Yang jelas mereka ingin minta kejelasan, siapa sebenarnya yang layak coblos. Sehingga kemudian, sesama massa yang ada di sana terjadi keributan dan saling melempar batu,’’terangnya.
Saling lempar batu antar sesame massa terus terjadi, sehingga pasangan Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya dan timnya dievakuasi dari panggung kampanya dan diamankan ke Markas Polres Yahukimo. ‘’Tim kampanye langsung diamankan guna menghindari lemparan batu,’’jelasnya.
Akibat kejadian itu, ada beberapa masyarakat yang mengalami luka-luka dan anggota Polisi ada 4 orang terluka. “Masyarakat dan Polisi yang terluka saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit setempat,’’ucapnya.   Katrena kejadian itu, kandidat ini diamankan di kantor polres dan selanjutnya akan terus dikawal
Menurut Sumerta Jaya, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap insiden itu. “Apakah ini salah satu upaya penggagalan masih diselidiki, tapi info terakhir, massa yang rebut adalah sesame massa yang berada di lokasi kampanye,’’paparnya.  
Mengenai kabar adanya 2 pucuk senjata api jenis revolver Polisi yang dirampas massa saat terjadi tindakan anarkis, kata Sumerta Jaya, masih diselidiki. ‘’Info itu masih didalami apa benar atau tidak, anggota masih dicek,’’ imbuhnya.
Sementara itu Bupati Yahukimo Ones Pahabol menuding Komita Nasional Papua Barat pemicu dan terlibat dalam aksi anarkis itu.  ”KNPB yang sengaja membuat kericuhan,’’singkatnya.
Pasnagan Habel Melkias Suawe-Yop Kogoya dan tim setelah sempat dievakuasi ke Polres setempat, kembali ke hotel tempat mereka menginap. Namun, tidak berapa lama kemudian karena merasa tidak  tenang mereka kembali ke Markas  Polres Yahukimo dan berencana menginap disana.
 Sementara dari Wamena, massa dikabarkan terus bertindak anarkis, rumah Wakil Bupati Jayawijaya Johhn Banua menjadi sasaran lemparan baru pada malam hari. Sumerta Jaya mengatakan, pihaknya masih melakukan pengamanan di kota Wamena. ‘’Kalau mengenai rumah wakil bupati masih kami selidiki,’’ucapnya.

Pasca Kampanye Pilgub, Wamena Rusuh
Sebelumnya pada hari yang sama Jumat (18/1),  hanya beberapa saat setelah kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Papua pasangan nomor urut 3 Lukas Enembe/Klemen Tinal berlangsung di Kota Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya itu dilanda kerusuhan.  Belasan mobil dirusak massa. Bahkan, kendaraan polisi juga tak luput dari amuk massa. 8 warga dilarikan ke Rumah Sakit setempat karena mengalami luka-luka.
Dari data yang berhasil dihimpun, pemicu kemarahan ribuan massa yang memadati Lapangan Sinapuk Wamena lokasi kampanye pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal bermula ketika Bupati Lany Jaya Befa Jigibalon membagi-bagikan uang pecahan seratus ribu rupiah, dari atas panggung. Namun, sebagian massa tidak kebagian, lalu mengamuk dan mulai melempari panggung kampanye.  ”Aksi pelemparan batu itu berlangsung 15 menit, tanpa bisa dihentikan aparat keamanan,’’ujar Ronald Tabuni salah satu saksi mata yang berhasil dihubungi.
Wakil Bupati Jayawijaya John Banua yang berada di panggung kampanye berupaya menenangkan massa, dengan mencoba membagi-bagikan uang lagi. Tapi karena massa masih ada yang belum kebagian, aksi pelemparan terus berlangsung. ‘’Tidak semua massa kebagian uang, yang tidak dapat inilah yang terus melakukan pelemparan.  Meski John Banua membagikan uang tapi itu juga tak cukup massa terus anarkis,’’ujarnya.
Aksi massa kemudian merembet hingga 500 meter dari lokasi kampanye tepatnya di Jalan Trikora dan Pattimura Wamena. Massa melempari toko yang ada disepanjang jalan tersebut. Lalu pemilik Toko langsung menutup usahanya menghindari terjadinya penjarahan.
Hotel Baliem Pilamo tempat menginapnya pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal juga tak luput dari lemparana massa.  Di kabarkan sedikitnya 12 mobil rusak dilempari massa, termasuk milik Polri dan Wakil Bupati Jayawijaya.  8 orang juga dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka-luka setelah terkena lemparan.
  8 warga dilarikan ke Rumah Sakit setempat karena mengalami luka-luka. Bahkan dikabarkan juga ada yang tewas 1 orang. Namun, Juru Bicara Polda Papua Kombes  I Gede Sumerta Jaya membantah kabar itu. ‘’ Tidak ada yang tewas, memang ada kejadian ribut, pada saat setelah kampanye nomor urut 3, sejumlah kendaraan dilempari dan jumlahnya masih diinventarisir. (jir/don/l03)

Usai kampanye Lukmen, Wamena rusuh

Jumat, 18 Januari 2013 20:22 WIB | 797 Views
http://id.effectivemeasure.net/emnb_18_7886.gif?1682636163Wamena (ANTARA News) - Kota Wamena rusuh seusai kampanye pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal yang berlangsung di lapangan Sinabut, Wamena, Jumat.

Data yang dihimpun ANTARA mengungkapkan kerusuhan itu berawal dari aksi bagi bagi uang pecahan seratus ribu dengan cara melempar yang dilakukan salah satu juru kampanye yakni Befa Yigibalom yang juga menjabat Bupati Lanny Jaya kepada massa dan simpatisan pasangan dengan nomor urut 3.

Akibatnya, massa yang tidak mendapat uang mengamuk dan melempari kendaraan yang berada di lapangan tersebut dengan batu.

Selain melempari dan merusak kendaraan baik dua dan empat, massa juga merusak dua unit kendaraan milik Polres Jayawijaya.

Akibatnya, aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan Brimob Polda Papua melepaskan tembakan peringatan guna membubarkan massa.

Massa nampak makin beringas dengan melempari rumah toko (ruko) yang berada di pinggir jalan, hingga menyebabkan masyarakat langsung menutup pagar dan rumah mereka.

Saat ini tercatat 12 unit kendaraan roda empat dan empat unit sepeda motor rusak, serta delapan orang harus dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapat pertolongan.

Dari delapan orang yang mengalami luka luka, dua di antaranya harus mendapat perawatan intensif.

Ketua tim kampanye Lukmen Yunus Wonda kepada ANTARA, mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab terhadap kerusakan yang dialami masyarakat pada insiden tersebut.

"Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut, maka pihaknya akan bertanggung jawab terhadap kerusakan yang dialami masyarakat," tegas Yunus Wonda yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Papua.(E006/KWR)
Editor: B Kunto Wibisono