Fish

Selasa, 20 Maret 2012

SEJARAH GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) JEMAAT EDOUTOU ARGAPURA

SEJARAH GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI)
JEMAAT EDOUTOU ARGAPURA
SEJAK TAHUN 1970 AN
Oleh: Darius Nawipa

A.     LATAR BELAKANG PERINTISAN /BERDIRINYA JEMAAT EDOUTOU.

Dengan mengucakan sekali lagi Segala Puji, Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Ugatame (Allah orang Mee Papua) pencipta langit dan bumi yang oleh Kasih karunia-Nya membuka lembaran kehidupan ini dan juga yang akan menutup kembali lembaran itu sendiri sesuai rencana dan kehendak-Nya. Segala sesuatu dilakukan-Nya hanya untuk kebaikan manusia yang  diciptakan dengan kualitas kerja tanyan-Nya itu sendiri. Sungguh semua yang disediakan-Nya sangat penuh dengan misteri, namun semuanya itu Ia nyatakan bagi mereka yang mengasihi-Nya, seperti kata Nats Firman bahwa; “Apa yang belum pernah dilihat orang, apa yang belum pernah didengar orang dan bahkan apa yang belum pernah timbul dalam hati orang, itu semua disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi-Nya”. Suatu kejutan besar ketika Tuhan melakukan perkara-perkara yang luar biasa diluar akal pikiran manusia. Gerakan itu dimulai sejak tahun 1960 an Ketika Gereja Kemah Injil (Kingmi) mula-mula itu bangkit di Kota Jayapura Papua, yaitu suatu kemah “Rehobot” dok 07 dibentangkan oleh kerja Kuasa Roh Kudus. Kemudian waktu berjalan terus, hingga pada tahun 1972-1974 Lokasi Argapura sampai kompleks tasangkapura menjadi sasaran/ target Penginjilan berikut oleh para hamba-hamba Tuhan yang dipimpin Roh Kudus seperti ; Pdt.C.HD. Paksoal, Misionaris Nona Doubledan ada beberapa orang hamba Tuhan lain yang datang melakukan PI di lingkungan Argapura, seperti Ev. Ruben Magai, S.Th melakukan KKR Mini Tiga malam berturut-turut di Kelompok Doa yang dilakukan setiap hari Sabtu di Rumah Bpk. Isak Nawipa (orang tua Perintis Kelompok Doa Bahasa Mee di argapura). Kemudian pada tahun 1975 Nona Double pernah berpesan kepada Bpk Obadja Edoway yang saat itu menjadi Aktifis Pelayanan Sekolah Minggu Jemaat Rehobot dok 07 yang mengkoordinir Kelompok Sekolah Minggu Argapura Sekitarnya, bahwa melihat jiwa-jiwa Suku Mee yag berdomisili dikompleks argapura ini cukup banyak, sehingga Nona Double mengatakan bahwa “Mee manna harus dipertahankan”. Masih Pada tahun 1975 Tuan Egman juga pernah menyampaikan pesan kepada Bpk. Obadja Edoway agar Sekolah Minggu yang sedang dibangun saat itu harus berjalan terus. Jadi Saudara perlu tahu bahwa ada dua persekutuan yang dilakukan ditahun-tahun tersebut diatas, yaitu pertama; Kelompok Doa bahasa Mee setiap hari sabtu, didirikan oleh Bpk. Isak Nawipa yang selama itu mempunyai keinginan besar untuk masa depan anak-anak yang harus bertumbuh dalam Tuhan dan sekalian (sebagai warisan yang ditinggalkan Bapa katanya) dan yang kedua; Kelompok Sekolah Minggu pagi dengan perintisnya yaitu Bpk.Obadja Edoway. Dua persekutuan ini dilakukan di tempat yang sama, yaitu di rumah Bpk.Isak Nawipa.
Puji nama Tuhan berangkat dari dasar pelayanan Sekolah Minggu, kelompok Doa bahasa Mee dan kata-kata yang menumbuhkan atau memotivasi semangat sehingga sejak tahun-tahun tersebut diatas dengan berbagai tantangan yang dihadapi, akhirnya Tuhan mengijinkan  Kelompok Sekolah Minggu dan kelompok doa bahasa Mee argapura disatukan supaya diorganisir dengan baik dan diakomodir setiap Pos PI Kalvari didirikan untuk dikoordinir lebih lanjut oleh Bpk. Obadja Edoway. Melalui rapat kerja jemaat Kalvari tanggal 17 Juli tahun 1985 menetapkan Bpk. Obadja Edoway mengkoordinir sekolah minggu kelompok argapura.
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi Perintisan/ Pendirian Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura yang ada dibenak atau hati para perintis atau (pioner) Bpk. Isak Nawipa dan Bpk. Obadja Edoway, yaitu sbb;
1.      Keyakinan tergenapinya Nubuatan Orang tua tentang Gereja semakin hari-semakin bertumbuh dan berkembang pesat. (Bpk. Isak Nawipa)
2.      Munculnya inisiatif Bpk. Isak Nawipa untuk membuka kelompok  Doa bahasa Mee di rumahnya. Terlepas dari kelompok Sekolah Minggu yang dikoordinir oleh Bpk. Obadja E. Tidak diperintahkan tapi ini oleh kegerakan Roh Allah dalam orang tua ini.
3.      Menyiapkan suatu warisan bagi anak-anak agar kiranya bisa bertumbuh dan berkembang dalam Tuhan dan takut kepada Tuhan kata Bpk. Isak Nawipa saat itu
4.      Argapura merupakan basis masyarakat Suku Mee  di Jayapura saat itu.
5.      Jemaat induk Rehoboth perhatian penuh untuk pelayanan PI bersama Bpk. Obadja Edoway di argapura sekitarnya.
6.      Jarak tempuh argapura – dok 07 Rehoboth sangat jauh, sehingga dilakukan kelompok sekolah minggu cabang argapura yang ditangani oleh Bpk. Obadja Edoway.
7.      Transportasi yang kurang lancar, kemudian jalan antara argapura tasangka masih sangat alami, hutan lebat, gunung dan perbukitan sehingga, orang-orang tua yang setia ikut ibadah di Kalvari memutuskan untuk melakukan persekutuan doa minggu pagi di rumah Kel. Bpk. Isak Nawipa.
B.     LEDAKAN INJIL KRISTUS DAN FAKTOR PENUNJANG

Suatu Sukacita tersendiri bagi para perintis (pioner) Jemaat Edotou mula-mula saat itu oleh karena jalan-jalan yang telah terbuka dan diratakan dengan Injil Kristus yang adalah kekuatan Allah itu. Secara  Roh kita melihat bahwa Ledakan itu telah menghancur luluhkan tembok-tembok serta mematahkan kerja penguasa jahat roh-roh teritoril yang menguasai Kota Jayapura dan lebih Khusus Argapura dan sekitarnya   Puji nama Tuhan, Injil itulah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan para perintisan untuk membangun suatu kediaman Roh Allah (Gereja) untuk kemuliaan Bapa di surga.
Peristiwa besar terjadi ketika ledakan Injil Keselamatan itu diperdengarkan, yakni kebajikan dan kemurahan yang menyertai mereka (para perintis) Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura, merampas, menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang saat itu, merintis, membuka dan membangun mesbah Tuhan tempat kediaman Roh Kudus.

Kita melihat bahwa ada beberapa faktor yang mendukung untuk suatu ledakan Injil itu terjadi melalui  pergerakan yang dilakukan Roh Allah pada pembangunan suatu kediaman-Nya (Gereja) Jemaat Edoutou mula-mula, yaitu sebagai berikut :

           (1)      Faktor ADA JEMAAT INDUK.

Puji nama Tuhan, suatu pergerakan terjadi oleh kerja kuasa Roh Allah sehingga di tahun 1974 Bpk. Isak  Nawipa (seorang pioner) merintis kelompok doa bahasa Mee oleh karena kekuatan Injil yang telah terbangun ketika kelompok sekolah minggu yang ditangani Bpk. Obadja Edoway tahun 1970an dari jemaat induk Rehoboth dok 07. Saudara perlu tahu bahwa Kelompok Doa Bahasa Mee itu terlepas atau terpisah dengan Jemaat induk, oleh karena kelompok ini merupakan Inisiatif pribadi Bpk. Isak Nawipa  saat itu dengan merangkul orang-orang tua warga Suku Mee yang berdomisili di argapura sekitarnya untuk bersekutu dan beribadah kepada Tuhan (Ugatame), sedangkan Kelompok Sekolah Minggu argapura dibuka oleh karena ada Jemaat Induk Rehoboth saat itu. Jika kalau kita melihat latar belakang Sejarah bahwa Jemaat Edoutou mempunyai dua Jemaat Induk, yakni yang pertama Jemaat Rehoboth dok 07 dan kemudian beralih ke Jemaat Kalvari Tasangkapura.
Mengapa Kelompok Sekolah minggu argapura mempunyai dua Jemaat induk ? Sejak tahun 1970an Kelompok Sekolah Minggu argapura dibuka dari Jemaat Induk Rehoboth yang dikoordinir oleh Bpk. Obadja Edoway. Ada upaya-upaya yang dilakukan para pengurus Jemaat Rehoboth untuk mengembangkan sayap Penginjilan di lingkungan argapura melalui kelompok ini, namun berlarut-larut. Kira-kira sekitar tahun 1972-1973 ada beberapa keluarga yang bersepakat seperti keluarga; keluarga Ursia Napsoma, Kel. Capele, Kel. Ruben Mauri dan ada beberapa keluarga bersehati berdoa terus-menerus dan bertindak untuk membangun Pos PI di sekitar Kompoleks Tasangkapura. Saat itu ada beberapa masyarakat Suku Mee yang ikut terlibat setelah mengetahui berjalannya rencana ini seperti; Bpk. Lukas Utii, Bpk. David Nawipa, Bpk. Parmenas Doo, Bpk. Matius Gobay (Almahrum), Bpk. Yakob Nawipa dan ada beberapa orang tua lain yang kami tidak sempat masukan. Kemudian pada saat itu Bpk. Isak Nawipa dan Bpk. Obadja Edoway mengambil keputusan untuk bergabung dengan pergerakan kelompok tasangkapura ini, sehingga Puji Tuhan bersama-sama dengan hampir masyarakat Gunung Suku Mee bekerja keras meratakan tanah memecahkan batu dan kemudian bangunan Pos PI Kalvari sekarang Jemaat Kingmi Kalvari Tasangkapura berhasil berdiri dengan kokoh sekitar tahun 1975. Kelompok sekolah minggu argapura diakomodir Jemaat Kalvari tahun 1983 dengan Guru pengasuhnya dipercayakan langsung kepada Bpk. Obadja Edoway. Ketika kelompok doa bahasa  Mee di argapura memutuskan melakukan ibadah minggu pagi di depan rumah Bpk. Isak Nawipa selama beberapa tahun, kemudian dalam Rapat Jemaat Kalvari pada tahun 1996 Bpk. Amos Edoway selaku Majelis Jemaat Kalvari ditunjuk untuk memantau dan mengkoordinir kelompok argaura dan kemudian memberikan laporan ke Jemaat Induk Kalvari.

      (2)      Faktor ADA TENAGA PENGERJA (Pelayan).

“Jalan-Ku bukan jalanmu, rencana-Ku bukan rencanamu” demikian apa yang dilakukan Tuhan bagi setiap orang yang diciptakan dengan kualitas karya tangan-Nya. Saudara, kami merasa bangga bagaimana Proses regenerasi yang dilakukan Roh Allah bagi misi penyelamatan jiwa-jiwa dimuka bumi ini, secara khusus di argapura jayapura dan sekitarnya. Puji nama Tuhan oleh sebab ada beberapa orang pengerja (pelayan) yang pernah bergabung mengambil bagian dalam perebutan atau penyelamatan jiwa-jiwa pada awal Pelayanan di argapura yang dengan penuh kesadaran akan kerja kuasa Roh Allah seperti; Bpk. Isak Nawipa, Mama Dolina Degei Nawipa, Bpk. Obadja Edoway (perintis awal), Pdt.C. Hd Paksoal, Misionari Nn. Double, Tn. Egman, Pdt. Ruben Magai, Pdt. DR. Benni Giyai, Pdt.S. Bunai, S.Th, Pdt. Daud Auwe, Pdt. Geradus Adii (Almahrum), Bpk. Matius Gobay (almahrum), Bpk. Amos Edowai, Timotius Pakage, Petrus Degei, Bpk. Yermias Nawipa, Bpk. Markus Degei (Almahrum), Bpk. Lasarus Degei. Hasil dari pelayanan mereka ini ada generasi baru (pengerja) yang dipersiapkan Tuhan untuk meneruskan Pelayanan ini seperti : Zet Edoway, Yonathan Maday, Kel. Piter Ukago, Ibu. Andreas K. Gobay, Andreas Nawipa, Alfons Kotouki, Yonathan Nawipa, Mesak Kayame,  Stefanus Siep, Decki Nawipa, Isak Degei, Yeheskiel Doo, Ice Giyai, Aleks Adii, Titus Edoway, Ferderika Degei, Agustina Degei, Darius Nawipa, dan masih banyak lagi yang lain yang belum sempat kami masukan pada buku ini. Sekarang bekerja sebagai Majelis/Penatua Jemaat Edoutou argapura adalah : Bpk Isak Nawipa, Bpk. Obadja Edoway, Bpk. Lasarus Degei, Bpk. Yonathan Maday, Bpk. Isak Degei, Bpk. Mesak Kayame, Bpk. Darius Nawipa, Bpk. Sefanus Siep dan gembala Jemaat adalah Pdt. Simon Bunai, S.Th. S.PAK dan Pdt. Esau Yeimo, S Th. Puji nama Tuhan Penulis buku ini adalah generasi ketiga dari peristiwa besar Karya Tangan Tuhan ini. Sekarang menjabat sebagai Majelis Sekretaris Jemaat Edoutou argapura ke-V (Lima).
Susunan Penjabat Sekretaris Jemaat Edoutou dari periode awal hingga saat ini : 1. Bpk. Amos Edoway ( 1996 – 2000), 2. Bpk.Timotius Pakage (2000 – 2002), 3. Bpk. Petrus Degei (2002 – 2004), 4. Bpk. Yermias Nawipa (2004 – 2008), Bpk. Darius Nawipa (2008 – 2010) dan Bpk. Mesak Kayame (2010-2013.

Kehadiran Mahasiswa STT-WP di Kelompok doa Bahasa Mee Argapura.
Ketika Pelayanan Kelompok doa bahasa Mee minggu pagi berjalan sejak tahun 1970an keatas, Kira-kira bulan agustus tahun 1996 Tuhan mengirimkan mahasiswa STT-WP Bpk. Ev. Simon Bunai, S Th dari sentani port 07 bergabung dengan kelompok doa minggu pagi argapura dengan status anggota pelayan. Beliau sering diberikan kesempatan-kesempatan oleh Pengurus (Koordinator) Bpk. Amos Edoway untuk memimpin mimbar pada minggu pagi. Oleh karena Bpk. Simon Bunai, S TH saat itu masih berkewajiban sebagai mahasiswa, maka Beliau harus mengikuti KKL di Paniai selama 6 bulan, sehingga pelayan mimbar kelompok doa bahasa Mee minggu pagi kosong dan hanya dilakukan doa selama dua minggu berturut-turut. Untuk menyelamatkan kelompok doa bahasa Mee saat itu Bpk. Isak Nawipa menjadi ragu dan melaporkan kepada Bpk. Amos Edoway, kemudian Bpk. Amos mendatangi dan melaporkan kepada Bpk. Pdt Dr Benny Giyai untuk mencari pengganti  pemimpin mimbar minggu pagi kelompok doa bahasa Mee ini. Bpk. Pdt Dr Benny Giyai memanggil Bpk. Daud Auwe, M Div untuk meminta kesediaan beliau melayani orang-orang kecil di argapura katanya, kemudian Bpk. Daud Auwe, M Div mengatakan bersedia. Saat itu Bpk. Amod Edoway merasa lega dengan jawabannya. Setelah pulang dari pertemuan dengan Bpk. Pdt Dr Benny Giyai, kemudian Bpk. Amos Edoway ketemu dan melaporkan kepada Bpk. Isak Nawipa dan mereka berdua berpelukan sambil menangis di depan rumah Bpk. Isak Nawipa. Sungguh Tuhan mempunyai maksud untuk masa depan kelompok doa bahasa Mee argapura ini. Untuk menutup kekosongan mimbar minggu pagi, Bpk. Ev Daud Auwe, M Div rela pindah dari sentani untuk bertahan bersama istrinya di rumah kayu yang sederhana yang disiapkan Pengurus Persekutuan doa argapura ini.
Setelah Bpk. Ev Simon Bunai, S Th pulang dari KKl dari Paniai  awal bulan pada tahun 1997 Beliau bergabung kembali di Persekutuan doa bahasa Mee ini, maka tenaga hamba Tuhan atau pelayan mimbar doa minggu pagi menjadi dua orang, Puji Tuhan, yaitu Ev Daud Auwe, M Div dan Ev Simon Bunai, S Th. Jadi bisa dikatakan bahwa saat itulah Persekutuan Doa argapura ini menjadi Kuat dengan pelayanan kerja kedua hamba Tuhan yang Full Time.

Rapat kerja Jemaat Induk Kalvari
Pada bulan April tahun 1997 BPJ Kalvari dalam Rapat kerjanya meminta pertanggungjawaban pelayanan kelompok doa argapura. Di bawah pimpinan Bpk. Ev  Daud Auwe, M Div dan Bpk. Ev Simon Bunai, S Th melaporkan dan mengusulkan bahwa kelompok doa argapura telah siap untuk berpisah atau mandiri (menjadi Pos PI) dengan tidak menyangkali Kalvari sebagai Jemaat induknya. Kemudian usulan itu dikaji dan diagendakan oleh BPJ Kalvari untuk diajukan pada Konferensi Klasis Daerah Pantai bulan Juli tahun 1997 di balai kop angkasapura untuk kemudian disahkan menjadi Pos PI Argapura.

Konferensi Klasis Daerah Pantai di angkasa.
Oleh pertolongan Tuhan pada tanggal 12 Juli 1997 dalam Konferensi tersebut dibahas dengan serius tentang kelompok doa minggu pagi di argapura, kemudian ditanggapi positif oleh pimpinan sidang saat itu dan Puji nama Tuhan saat itu juga disahkan menjadi POS PI ARGAPURA dengan ditetapkan Gembala Sidang atas nama ev. Daud Auwe, M Div dan Wakil Gembala, yaitu Ev. Simon Bunai, S. Th.

      (3)      Faktor ADA TERIAKAN JIWA-JIWA YANG DAHAGA.
Saudara, kita tahu bahwa bermula dari kejatuhan manusia pertama (Hawa dan Adam) dalam dosa, ada jurang pemisah antara Allah dan Manusia. Artinya Allah tidak berhubungan lagi secara pribadi dengan manusia dari generasi pertama hingga rencana Allah dinyatakan dalam Yesus Kristus. Secara Roh teriakan jiwa-jiwa itu menggemparkan sehingga menggoncang hati Allah dengan belas kasihan “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” yohanes 3:16. Dengan adanya kehendak bebas manusia yang diwariskan secara daging atau tubuh manusia pertama, sehingga manusia itu lemah karena daging tyetapi roh manusia penurut. Sekarang yang hanya ada disetiap orang/manusia, yaitu Kehausan akan (Injil Kristus) pemberi kekuatan baru untuk mengalahkan gejolak kedagingan  yang ada pada manusia itu sendiri.
Lokasi argapura yang masih berhutan rimba yang kata orang Jayapura (pemilik hak ulayat tanah) bahwa argapura adalah daerah kramat yang mengganaskan, namun dengan pertolongan Tuhan telah dibuka pada tahun 1968 oleh Bpk. Honaratus Pekei, dengan nama Tuhan Ia menebang pohon-pohon dan membuat sebuah gubuk dari gaba-gaba dilokasi tersebut. Saat itu setelah lokasi baru argapura dibuka oleh Bpk.Honaratus, kemudian ada beberapa masyarakat Mee yang menyusul ingin buka pekarangan rumah di sekitar tempat penebangan pohon-pohon itu, seperti; Bpk. Markus Badii, Bpk.Ben Edoway, Bpk. Nicko Mote, Bpk. Marselus Edoway, Bpk. Yan Pekei, Bpk.Bernadus Mote, dan ada masyarakat Mee lainnya menyusul menempati lokasi sekitarnya. Secara Roh, ada teriakan jiwa-jiwa di kompleks argapura dan sekitarnya yang dahaga akan air kehidupan (Injil Kristus) yang memberi kekuatan baru itu. Misi penyelamatan jiwa-jiwa dilakukan oleh karena ada kegerakan Roh Allah dalam para perintis (pioner) Gereja Kemah Inji (Kingmi) Jemaat Edoutou (Bpk.Isak Nawipa dan Bpk.Obadja Edoway). Rentan waktu 5 tahun sejak dibuka lokasi baru argapura hingga Puji Tuhan pada Tahun 1973 Benteng pertahanan telah dibangun di rumah Bpk.Isak Nawipa, saat itulah peperangan rohani dimulai, peluncuran bom-bom Doa, Pujian dan Penyembahan menghanguskan ruang gerak lawan si pendusta (iblis) tua itu. Teriakan jiwa-jiwa yang dahaga itu diganti  sukacita nyanyia sorak-sorai kemenangan. Glory .....haleluyah..... Glory haleluyah..... keselamatan itu telah datang !

C.     TANTANGAN DALAM PELAYANAN MULA-MULA.

Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Alalh sehingga Paulus memberitahu jemaat Efesus bahwa, “Keduanya akan menjadi satu, dan aku menyatakan misteri besar tentang Kristus dan Gereja” (Ef. 5:31-32). Kita adalah tulang dari tulang-Nya dan daging dari daging-Nya. Ketika kita ditransformasi dan mulai hidup di dalam roh kita, tempat Roh Allah berdiam, maka kita menjadi ekspresi yang-kelihatan dari allah yang-tidak-kelihatan. Sungguh ini suatu misteri ilahi. Kita ada di planet bumi, kita bukan berasal dari dunia ini namun kita berasal dari Allah, sehingga menjadi suatu ancaman bagi penguasa bumi (Lusifer) yang dilempar Allah dari tempat kudus-nya di Surga. Dalam melakukan kehendak Allah di bumi, para perintis (pioner) Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura mengalami tantangan dalam memulai dan membangun mesbah bagi kediaman Roh Allah, namun itu semua datang ditanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan untuk menjalaninya.  Perlu kami sampaikan kesaksian tentang tantangan mula-mula seperti apa yang dialami oleh para pioner (perintis) Jemaat Edoutou argapura sebagai berikut :
1.      Tahun 1973 – 1974; PdtCHd Paksoal gembala jemaat induk Rehoboth mempersoalkan masalah kelompok sekolah minggu yang dikoordinir Bpk. Obadja Edoway dengan koordinator penggerak Pos PI Kalvari Kel. Ursia Napsona karena kelompok sekolah minggu argapura mau bergabung dengan kelompok tasangkapura. Namun dapat diselesaikan dengan baik. Ket. Bpk. Obadja Edoway.
2.      Tahun 1973; Ada beberapa orang warga argapura saat itu ingin mencoba mengahalangi Pelayanan Bpk.Obadja Edoway dengan menggunakan ilmu magic (tuba kego) mengatakan dengan menggunakan bahasa Mee yaitu “Itaida didi duaida didi”. Yang artinya; dalam perjalanan hidupnya akan mengalami penderitaan. Bpk. Obadja sangat yakin bahwa mereka tidak mempunyai kuasa  melebihi kuasa Tuhan Allah yang Ia layani saat itu.
3.      Tahun 1993 – 1996; Saat itu masih Persekutuan Doa bahasa Mee argapura dengan gedung gereja darurat atau sementara di depan Rumah Bpk. Isak Nawipa. Beberapa Warga lingkungan argapura mempersoalkan dan mengatakan kepada Bpk. Isak Nawipa bahwa, Gereja yang ada itu dibangun berdasarkan darah dan kepala manusia. “Jadi stop dilanjutkan pembangunannya” kata mereka. Mereka bahkan membawa parang dan ada beberapa dari antara mereka memegang kampak dan memalang pintu dengan parang. Saat itu suasana menjadi tegang, namun Dengan pimpinan Roh Allah Bpk.Isak Nawipa mengatakan bahwa; kalau begitu potong saja saya, jangan menghalangi pekerjaan Tuhan ini. Oleh pertolongan Tuhan semuanya berakhir dan rencana-Nya bagi pembangunan Gereja dapat berjalan hingga saat ini.
Dengan pertolongan Tuhan pelayanan Persekutuan Kelompok doa bahasa Mee argapura dari tantangan demi tantangan yang datang bertubi-tubi sejak tahun pertama hingga tahun 1990an yang dihadapi para perintis (pioner) ini selau saja ada jalan keluar yang ditunjukan Tuhan dengan suatu rencana yang indah, seperti kata nats Firman; “Rancangan yang ada pada-Ku mengenai kamu yaitu rancangan Damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, yakni masa depan yang penuh dengan harapa” Yeremia 11:29. Suatu sukacita besar ketika perayaan Ibadah kunci tahun pelayanan 1996 yang dilakukan pada tanggal 14 Desember 1996 dengan pembicara Pdt.DR Benny Giyai di depan rumah Bpk. Isak Nawipa. Saat itu Pdt.DR Benny Giyai  memimpin mimbar dan memimpin Doa nikmat atau doa berkat dengan berkata dalam doa begini; “Tuhan tolong orang-orang kecil di argapura ini, supaya  tahun depan (artinya tahun 1997) ditanam pohon natal disini, Amin”. Doa yang begitu singkat oleh Pdt.DR Benny Giyai  membuat suatu tanda tanya yang besar dan juga tantangan bagi para perintis (pioner) bersama Bpk. Amos Edoway yang ditunjuk dari Kalvari selaku Majelis yang mengkoordinir kelompok doa minggu pagi argapura ini.

D.     BADAN PENGURUS JEMAAT PERTAMA.

Setelah persekutuan doa bahasa Mee berjalan dengan lancar pada setiap minggu pagi kira-kira tahun 1995 menjadi persoalan bagi Badan Pengurus Jemaat Kalvari saat itu, sehingga dalam rapat Jemaat Kalvari dengan perdebatan yang panjang ada keberatan dari BPJ Kalvari untuk kelompok argapura berpisah. Namun saat itu  disepakati bahwa dengan mengatakan “kita lihat perkembangan selanjutnya  bagaimana” sehingga  saat itu diberikan mandat salah satu Majelis Kalvari untuk mengkoordinir  kelompok argapura, kemudian Bpk. Amos Edoway dipilih menjadi koordinator. Jadi kita bisa katakan bahwa Badan pengurus  kelompok doa bahasa Mee minggu pagi perdekadenya sebagi  berikut :
1.      Tahun 1973 – 1995 sebagai badan penggerak perintis awal mula Bpk. Obadja Edoway, Mama Dolina Degei Nawipa dan Bpk.Isak Nawipa.
2.      Tahun 1995 – 1996 sebagai badan penggerak kelompok doa bahasa Mee teroganisir, yaitu Bpk. Amos Edoway dan Bpk. Yermias Nawipa.
3.      Taun 1996/1997 telah dibentuk badan Pengurus Pos PI Edoutou pertama yang perjalanan pelayanannya akan bertanggung jawab kepada Jemaat Induk Kalvari. Dibawah ini susunan nama Badan Pengurus Pertama Pos PI Edoutou argapura sbb;
Ketua                               : Bpk. Daud Auwe, M Div
Wakil Ketua                     : Bpk. Simon Bunai, S Th
Sekretaris                         : Bpk. Amos Edoway
Wakil sekretaris               : Bpk. Andreas Degei
Bendahara                       : Bpk. Isak Nawipa
Wakil Bendahara             : Bpk. Yonathan Maday
Anggota                           : Bpk. Yermias Nawipa, A Md. P
Anggota                           : Bpk. Timotius Pakage
Anggota                           : Bpk. Markus Degei (Almahrum)
Dan ada nama-nama anggota lain yang turut aktif dalam pelayanan namun kami tidak sempat masukan dalam catatan buku ini.

E.     PEKERJAAN ROH KUDUS

Segala sesuatu yang dilihat, dirasa, dijamah dan yang dilakukan manusia itu bukan karena kuat, gagah, berpengalaman, ataupun karena kita berpendidikan tinggi, namun oleh karena adanya kegerakan dan buah karya Roh Kudus itu sendiri, sehingga suatu kehendak Allah itu dinyatakan. Seringkali kita menganggap bahwa mimpi seperti suatu penglihatan atau apa yang pernah diperkatakan secara alamiah oleh beberapa orang adalah perkataan belaka atau kesaksian biasa saja. Namun kita harus mengakui bahwa segala sesuatu bisa dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita dalam melayani-Nya. Kita melihat bahwa ada suatu proses yang dilakukan-Nya bagi pertumbuhan Jemaat Edoutou sejak awal dirintis hingga saat ini dan itu semua adalah pekerjaan Roh Kudus. Pernyataan-pernyataan Roh Kudus dinyatakan lewat berbagai macam cara, sebagai berikut :

            (1)      PERNYATAAN NUBUATAN

Pernyataan Nubuat merupakan Karya Roh Kudus yang dilakukan untuk membangun Jemaat. Puji nama Tuhan oleh Anugerah  dan berkat-Nya Ada beberapa orang yang memiliki karunia Roh Kudus, yaitu bernubuat tentang pelayanan yang akan datang di Jemaat Edoutou, sebagai berikut :
≈   Bpk. Isak Nawipa. Tahun 1975 : (Nubuatan berganda) Keyakinan akan perkataan Nubuatan dari salah satu hamba Tuhan An.Pdt.Yosia Gobay tentang Gereja Tuhan akan bertumbuh pesat. Sehingga nantinya masing-masing keluarga membangun satu gereja. “Biarlah Rumah Saya menjadi Gereja” kata Bpk. Isak Nawipa. Dan kemudian jadi sekarang.
≈   Bpk. Matius Gobay (Almahrum). Tahun 1990an: dalam keadaan dibilang sakit juga tidak, Cuma hanya datang bulan. Sering Ia mengatakan dari bibir mulutnya sambil teriak-teriak. “Debaiyeka piya (Isak Nawipa) kita bikin Gereja disini sudah saya malas naik ke Kalvari karena saya cape naik gunung ini, katanya”.
≈   Bpk.Dr Benny Gigai. Tahun 1996 dalam ibadah Kunci tahun Persekutuan Doa Bahasa Mee, mengatakan dalam Doanya bahwa: dengan membanting kaki dan berkata “Tuhan lihat orang-orang kecil ini, supaya tahun depan dipasang pohon Natal disini”. Perkataan ini menggemparkan hati para pengurus Persekutuan saat itu, oleh karena secara perencanaan sama sekali tidak pernah ada. Saat itu dilakukan ibadah kunci tahun Cuma hanya sekedar mengucap syukur saja. Namun suatu keajaiban terjadi ditahun 1997 sesuai Nubuatan itu bahwa; dengan digerakkan kuasa Roh Kudus Ibadah Natal Istimewa perdana Persekutuan Doa Bahasa Mee Edoutou argapura dihadiri oleh orang tertinggi Panglima TNI Kodam XVII Trikora Angkatan Darat di Papua (May Jend Albert Ingkriwang).

              (2)      MIMPI-MIMPI

Kehendak Allah dinyatakan dengan berbagai macam cara, salah satunya melewati mimpi-mimpi. Itulah proses yang dilakukan-Nya untuk menyatakan Pimpinan dan maksud-Nya bagi pertumbuhan Gereja khususnya Jemaat Edoutou argapura. Ada beberapa Mimpi-mimpi yang dinyatakan Tuhan dari beberapa orang diantaranya sbb;
≈   Bpk. Obadja Edoway. Tahun 1995: dilokasi pembangunan gereja ada sebuah batu besar, saat itu Bpk.Obadja pukul batu itu dengan hamar batu, lalu batunya hancur berkeping-keping kemudian menjadi abu, lalu abu-abu tersebut dihamburkan dijalan-jalan komplek argapura.
≈   Bpk. Gubertus Gobay. Tahun 1995: Melihat ada air seperti sungai yang mengalir dari gunung dengan teduh ke arah lokasi pembangunan Gereja Edoutou, kemudian lokasi tersebut menjadi sebuah Danau dengan air yang jernih sekali.
≈   Ibu. Markus Bunai/ Giyai. Tahun 1996: Ia melihat ada seekor burung Rajawali yang sangat besar terbang dari arah kejauhan menuju Lokasi pembangunan Gereja Edoutou, kemudian burung itu berubah menjadi sebuah Alkitab yang indah sekali dalam keadaan terbuka.
≈   Bpk.Obadja Edoywa. Tahun 2003: saat gedung  permanen sedang dalam proses pembangunan. Ini bukan mimpi namun ini sebuah penglihatan langsung. Katanya di sore hari; “Ia melihat dari jalan hamadi rawa keatas bubungan belakang gedung gereja ada cahaya yang menjulang tinggi ke langit berwarna hijau. Ini pertanda kesuburan dan pertumbuhan.
≈   Bpk. May Jend Albert Ingkriwang. Panglima besar TNI Kodam XVII Trikora Angkatan Darat di Papua. Tahun 1997. Pada sambutannya dalam Natal Istimewa Pos PI Edoutou argapura yang pertama, menyaksikan bahwa mengapa Beliau dengan keluarga besarnya harus dari jakarta berangkat menuju Papua untuk mengikuti Natal tertanggal 19 Desember 1997 di Papua. Dengan penyataan Tuhan dalam mimpi bahwa; ada satu kota di Papua tepatnya di Jayapura-argapura ada sebuah pondok (Gereja) bertuliskan Pos PI Edoutou di satu bukit di argapura. Disanalah Tuhan mengatakan Saya dan keluarga harus beribadah Natal bersama-sama Masyarakat kecil itu. Dengan pengertian akan maksud Tuhan bagi pribadi dan keluarganya, sehingga Beliau harus menaati Petunjuk Roh Kudus lewat mimpinya.

              (3)      CAMPUR TANGAN PANGLIMA BESAR DI PAPUA.

Berangkat dari berkat pernyataan Nubuatan Pdt. Dr Benni Giyai dalam doanya pada Ibadah penutupan pelayanan tahun 1996, berkata; “Tuhan tolong orang-orang kecil di argapura ini, supaya  tahun depan (artinya tahun 1997) ditanam pohon natal disini, Amin”. Kehadiran Panglima besar TNI di Papua dalam rangka menghadiri perayaan Natal bersama masyarakat kecil di argapura merupakan suatu keistimewaan tersendiri bagi Pos PI Edoutou, sehingga Pengurus Jemaat saat itu menyebutkan perayaan tersebut adalah “Ibadah Natal Istimewa” perdana tahun 1997. Tergenapilah pernyataan Doa Nubuatan Pdt. Dr Benni Giyai, sehingga tertanam Pohon Natal pada perayaan istimewa saat itu. Disinilah kita melihat pekerjaan atau karya Roh Kudus yang sangat dasyat  itu dinyatakan bagi pertumbuhan Gereja Tuhan. Campur tangan Bpk. Panglima TNI Kodam XVII Trikora Angkatan Darat May Jend Albert Ingkriwang adalah berawal dari petunjuk Roh Allah melalui mimpi. Tuhan Allah mampu melakukan sesuatu dan menyatakan berkat dari alam Roh ke dalam alam Natural manusia, dibuka sebab Dia adalah Allah atas pemerintah-pemerintah yang ada dumi (di alam natural maupun alam Roh). Yang menjadi catatan penting adalah campur tangan Panglima TNI Kodam XVII Trikora Angkatan Darat di Papua yaitu terhitung  dari kehadirannya pada perayaan natal perdana, kemudian dukungan bantuan dana Pertama bagi pembangunan Gedung gereja permanen sebesar Rp. 10.000.000,- dan bahan-bahan bangunan seperti; seng, semen dll. Ini adalah Mujizat pertama yang dilakukan Roh Kudus.

      (4)      BERKAT BERTAHAP SEPERTI SUNGAI MENGALIR.

Seperti sungai yang mengalir tak hentinya demikian Kasih Karunia-Nya yang dilimpahkan bagi anak-anak-Nya dalam melakukan kehendak Allah dibumi ini. Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou mengalami Kasih Allah yang sangat dasyat, yakni berkat dan Mujizat yang berturut-turut berlangsung, demi tergangunnya struktur tubuh Kristus secara Nyata yaitu bangunan fisik Gereja. Yang dimaksudkan dengan berkat bertahap seperti sungai mengalir, yaitu Jalan-jalan yang telah dibukakan Tuhan melalui kerja Kuasa Roh Kudus seperti berikut :
1.      Kehadiran dan dukungan dana pertama Bpk. Panglima besar TNI Kodam XVII Trikora di Papua.
2.      Kehadiran dan dukungan tenaga arsitek yang berhasil menggambar denah Gedung Gereja permanen Jemaat Edoutou argapura dengan bahan-bahan bangunan alat-alat kontraktor yang ditanggung langsung oleh Perusahaan (CV. SUMBER KASIH) dengan Direkturnya Bpk. N. Losilolo.
3.      Kehadiran dan perhatian Bpk. Wali Kota M.R Kambu, M Si peletakan batu pertama gedung Gereja dan dukungan bantuan dana beberapa kali sekaligus di Gereja.
4.      Hasil ebamukai pertama se-Klasis Daerah Pantai di Pos PI Edoutou mengumpulkan dana sebesar Rp. 34 juta lebih.
5.      Kehadiran pejabat Pemerintah seperti Gubernur Salosa (Almahrum) dengan bantuannya di Gereja secara langsung pada kegiatan Gereja dana sebesar Rp. 57 juta lebih.
6.      Swadaya anggota Jemaat dalam acara-acara tertentu yang dilakukan di Gereja dan masih banyak lagi yang lainnya dengan berkat-berkat yang berbeda-beda hingga saat ini.
Sesuai kemampuan dan keterbatasan kerja Badan Pengurus Jemaat dan terutama Panitia Pembangunan Gereja, saat ini kita nikmati tubuh fisik dari bangunan Gereja yang mana merupakan tempat berkumpul atau bersekutunya orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.


F.      KESIMPULAN UMUM.

Sejarah pendirian Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura mempunyai nilai tersendiri, oleh karena pergerakan awal pelayanan perintisannya dimulai dari kelompok Sekolah minggu. Nah Disinilah makna suatu sejarah Gereja Kingmi Jemaat Edoutou yang hidup itu di bangun, yakni Ada generasi (murid sekolah minggu) yang dipersiapkan sejak dini yang kemudian siap mempermuridkan orang lain juga. Saat ini Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura berada oleh karena ada Regenerasi yang disiapkan Roh Allah, sehingga saat ini telah melahirkan generasi ketiga dari peristiwa besar ini. Secara fisik bangunan Gedung Gereja telah berdiri kokoh dengan jiwa-jiwa baru yang dimenangkan bagi Kristus dan semakin hari semakin bertambah-tambah. Jadi, kelompok sekolah melahirkan anggota Jemaat yang terdidik secara Alkitabiah dan takut akan Tuhan, kemudian kelompok sekolah minggu juga merupakan gambaran Gereja yang kuat untuk masa yang akan datang, seperti Rumah yang dibangun diatas batu karang yang teguh.
Tahun 1970an Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura dimulai dari sekolah minggu, dengan perintis pertama Bpk. Obadja Edoway dan Bpk. Isak Nawipa dan Juga Mama Dolina Degei Nawipa. Dari sebutan persekutuan doa bahasa Mee argapura tahun 1990an hingga tahun 1997 disahkan dalam Konferensi Klasis Daerah Pantai tahun 1997 menjadi Pos PI Argapura. Dalam Rapat Pengurus Pos PI tentang pemberian nama Pos PI telah disepakati apa yang diusulkan  oleh Bpk. Isak Nawipa dengan nama yaitu; “EDOUTOU”. Tahun 2001 disahkan menjadi Jemaat Mandiri. Melihat proses Berdirinya Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura sejak awal tahun pergerakan hingga saat ini, kita katakan bahwa hanya dengan kendali kehendak dan Kerja Kuasa Roh Allah semuanya boleh ada. Puji Tuhan !

HARI BERSEJARAH
Hari bersejarah bagi Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou argapura diambil dari hari putusan terakhir disahkannya Pos PI Edoutou argapura tanggal 12 Juli 1997 pada Konferensi Klasis Pantai. Jadi sekali lagi bahwa telah ditetapkan Tanggal 12 Juli merupakan Hari Ulang Tahun Gereja Kemah Injil (Kingmi) Jemaat Edoutou Argapura.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar