Fish

Senin, 17 Desember 2012

MUSUH-MUSUH DI JALAN ALLAH

Pdt. Dr.Benny Giay, Ph.D

Tugas untuk membebaskan, mengubah dan melakukan penetrasi terhadap struktur dan atau lembaga masyarakat adat agama atau ideology dengan Nilai-Nilai Baru dari Kerajaan Allah bukanlah semuda membalik telapak tangan. Bagian berikut membahas beberapa musuh yang terus berupaya menghalangi perluasan dan penetrasi dunia ini dan masyarakatnya dengan nilai-nilai kerajaan Allah.

1. Pimpinan Lembaga Agama, Social, Adat Dan Politik
Unsur pimpinan lembaga-lembaga yang ingin mempertahankan kepentingan, posisi dan pengaruhnya sering menentang tokoh dan agen pembaruan. Dengan kata lain, penolakan ini terjadi karena kecurigaan terhadap nilai-nilai kerajaan Allah yang dapat menggeser posisinya. Salah satu contoh yang kita dapat sebutkan ialah Pimpinan Agama Yahudi yang menyalibkan Yesus Kristus.

2. Agama, Ideology Dan Kepentingan Ekonomi
Penghadang lain dari semangat menyebarkan nilai-nilai kerajaan Allah ialah oknum dan tokoh-tokoh atau orang-orang kuat tertentu yang ada di masyarakat yang terus menerus mengeksploitasi adat atau agama sebagai kebun sumber pendapatannya. Salah satu contoh yang dapat disebutkan disini ialah Demetrius dari Efesus yang mendorong hura-hara menentang Penyiaran Injil Rasul Paulus, karena usahanya yang telah mendatangkan keuntungan ekonomi terancam bubar.

3. Fanatisme Dan Pemahaman Alkitab Yang Sempit
Fanatisme dan pemahaman teologi dari masyarakat yang sempit tentang Allah, Kristus atau Keselamatan selalu menjadi batu sandungan bagi ide-ide baru seperti upaya-upaya pembaruan dalam tradisi dan kehidupan masyarakat. Pemahaman yang sempit yang didirong oleh ajaran tokoh-tokoh agama yang otoriter selalu membuat masyarakat menolak dan mencurigai lalu menentang pemahaman baru dan nilai-nilai baru. Contoh yang jelas yang dapat sebutkan ialah golongan fundamentalis baik dalam agama Kristen maupun Islam.

4. Penguasa Dan Ideology Penindasan
Penguasa yang otoriter dengan ideology politik dan pembangunan yang mengarah kepada penindasan masyarakat yang akan melihat nilai-nilai kerajaan Allah tadi seperti ancaman terhadap kepentingannya; dalam sejarah Indonesia pemerintah Belanda mencegah Badan PI untuk menyiarkan Injil di Jawa dan Maluku karena kegiatan PI bisa membuat golongan Islam memberontak sehingga mengganggu kepentingan pemerintah Belanda. Demikian pada masa orde baru pemerintah orde baru selalu menempatkan gereja yang memainkan peranan kenabian sebagai pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban negara.

5. Kemampanan Dan Hegemoni
Musuh lain ialah petugas gereja/agama yang telah lama berkarya didalam lembaga keagamaan. Mereka sering memposisikan dirinya sebagai orang yang lebih berpengalaman dan lebih banyak mengetahui masalah dogma dan asas. Tujuannya ialah semata-mata untuk mempertahankan kemapanan dan hegemoni dalam gereja. Setiap langkah pembaruan dipandang sebagai ancaman dan karena itu menudingnya sebagai penyebar ajaran sesat. Kitab suci seperti Alkitab sering dipakai sebagai alat legitimasi dan pembenaran untuk mempertahankan kemapanan.

6. Mahluk Roh Territorial
Musuh lain yang sering menghalangi penyebarluasan nilai-nilai kerajaan Allah ialah Makhluk-makhluk roh territorial: Teritorial Spirit. Makhluk roh teritotial ini menurut studi yang dilakukan oleh beberapa ilmuan di Afrika ialah makhluk yang tinggal dan mendominasi/berkuasa atas suatu masyarakat dan wilayah geografis tertentu, sehingga masyarakt daerah itu tunduk dan menyembah kepadanya (lihat Van Binsbergen 1978). Konsep ini kemudian diterapkan dalam pekerjaan peyiaran injil, makhluk ro territorial ini diartikan sebagai roh yang memiliki kekuasaan atas suatu wilayah, daerah negara atau kawasan tertentu. Dalam kipranya mereka berkuasa dan menguasai bangsa-bangsa dan negara tertentu, kota dan propinsi tertentu (lihat Greenlee 1994:507 dst; dan Wagner 1991) kata para penyiar injil kegiatan pekabaran injil disuatu daerah atau negara kadang-kadang tidak membawa hasil; karena katanya dihadang oleh makhluk roh territorial ini.
Contoh dari makhluk roh seperti itu dapat kita baca di dalam Daniel (10:12-13) berdoa kepada Tuhan. Dan Tuhan menjawab doanya. Tetapi malaikat Tuhan yang membawa jawaban doa dari Tuhan buat Daniel itu dihalangi oleh penguasa kegelapan. Malaikat Tuhan tadi bisa melewatinya setelah dia berhasil ditolong oleh Mikhael, seorang malaikat Tuhan lainnya. Jadi upaya untuk mempengaruhi dan memerangi dunia dan masyarakat dewasa ini sering dihalangi oleh penguasa dunia atau makhluk-makhluk roh territorial ini.

7. Mahluk Roh Terotorial Bekerja Sama Dengan Penguasa Politik Atau Toga Dan Tomas
Misi untuk menggarami dunia dengan spirit Etika dari Kerajaan Allah ini juga sering dihadang oleh makhluk roh territorial tadi yang melekat kepada lembaga agama, gereja, badan penyiar injil, atau penguasa politik, tokoh agama dan tokoh adat. Kadang-kadang penguasa dan tokoh adat/agama yang otoriter itu bekerja sebagai agen atau dibawah pengaru para penguasa roh dunia. Sehingga kegiatan untuk membebaskan manusia dari ideology penindasan, atau dari pemahaman agama yang sempit dilawan dengan menggunakan segala cara.


Kepustakaan

Greenlee, D (1994) Teritorial Spirits Reconsidered. Missiology Vol. XXII No.4 Oktober
Van Binsbergen, W.M.J (1978) Dalam Guardians of the Land. ( JM Schoffeleers Peny.) Simbabwe: Mambo Press
Wagner, P. (1991) Territorial Spirit. Chichester: Soverreign World Ltd.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar